Kartini – Kisah Pejuang Emansipasi Wanita yang Berjuang Hingga Akhir Hayatnya

Kartini – Kisah Pejuang Emansipasi Wanita yang Berjuang Hingga Akhir Hayatnya
Film Kartini 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Begitulah kutipan yang populer untuk mengingatkan akan besarnya jasa para pahlawan dalam membela negeri tercinta ini. 

Dan hal tersebut yang menginsirasi seorang Hanung Bramantyo yang terpanggil untuk membuat film dengan mengangkat tema kepahlawanan dan mengambil kisah perjuangan R.A. Kartini untuk di filmkan di layar lebar.

Tentunya dengan harapan agar para generasi ini, dapat terinspirasi dan termotivasi dengan perjuangan beliau, terlebih untuk para kaum hawa. Seperti yang kita tahu, hampir semua masyarakat Indonesia pasti sudh akrab dengan nama besar RA. Kartini. Seorang pejuang wanita yang dengan gigih memperjuangkan hak-hak perempuan sampai akhir hayatnya.

Film tentang Kartini memang sudah banyak di Indonesia, tapi ceritanya dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. Film ini dibintangi oleh banyak aktor dan aktris papan atas tanah air. Beberapa di antaranya, Dian Sastrowardoyo sebagai pemetan utama memerankan RA. 

Kartini, Acha Septriasa sebagai Roekmini saudara kandung Kartini, Ayusitha Nugraha yang berperan sebagai Kardinah adik kandung Kartini juga, serta Reza Rahardian yang akan memerankan kakak kandung Kartini, serta berbagai aktor dan aktris lainnya seperti Deddy Sutomo, Denny Sumargo, Adinia Wirasti, Christine Hakim, Nova Eliza, Djenar Maesa Ayu, dan masih banyak lagi.

Sinopsis Film Kartini

Film ini akan bercerita mengenai perjuangan Dian Sastrowardoyo (Kartini) dalam membela kaum wanita yang pada masa itu mengalami diskriminasi dan dikesampingkan kepentingannya. Pada masa tersebut, kaum pria lebih mendominasi dibanding kaum wanita. 

Kartini pada masa itu mencoba melawan kebiasaan dan tradisi yang mengharuskan seorang wanita di pingit. Dia memanfaatkan masa pingitannya dengan berkirim surat pada sahabat-sahabatnya dan menceritakan keadaannya di masa itu.

Hingga akhirnya setelah melalui perjuangan yang panjang, Kartini dapat  mendirikan sekolah sendiri untuk para wanita di lingkungan tempat tinggalnya. Sekolah tersebut mengajarkan banyak hal, mulai dari menulis, menyulam, dan menjahit dan lain sebagainya Motivasi Kartini melakukan semua itu guna mewujudkan mimpinya agar kaum wanita bisa mendapatkan kedudukan yang setara, dan seimbang dengan kaum pria pada masa itu.

Bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang berisi tentang curahan isi hatinya dan beberapa hasil surat menyuratnya dengan para sahabatnya tentang keadaan wanita pada masa itu. Juga berisikan mimpi-mimpinya untuk emansipasi wanita.

Pemilihan latar dan kostum juga sangat diperhatikan untuk film ini mengingat setting waktu dari film Kartini ini terjadi pada tahun sebelum segala sesuatu yang berbau modern datang. Dalam film ini ara tokoh menggunakan pakaian adat jawa, serta pakaian khas lainnya, yang memang di pakai pada masa itu. 

Seperti misalnya pemakaian Kebaya dan jarit atau sewek untuk para pemeran wanita, dan beberapa variasi kostum kompeni untuk para pemeran prianya sesuai dengan perannya.

Sebenarnya film ini akan di tayangkan di pertengahan tahun 2016 kemarin, akan tetapi karena berbagai alasan, di perkirakan film yang pemerannya di penuhi artis papan atas ini akan rilis pada april 2017 nanti.   

Belum ada Komentar untuk "Kartini – Kisah Pejuang Emansipasi Wanita yang Berjuang Hingga Akhir Hayatnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel